Sebanyak 70 titik tanggul di Kabupaten Indramayu kritis. Kondisi ini memicu terjadinya banjir di Kabupaten Indramayu, mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Sekretaris Dinas PSDA Tamben Kabupaten Indramayu, Dikdik Sudikna menuturkan, sebanyak 70 titik itu tersebar di seluruh wilayah Indramayu. Dan banjir beberapa waktu lalu, diakibatkan jebolnya tanggul-tanggul kritis itu.
“Tanggul yang jebol terparah di Desa Lamaran Tarung Kecamatan Cantigi,” ujar Dikdik saat ditemui wartawan, Sabtu (20/2/2016).

Pihaknya sudah mengajukan perbaikan ke pemerintah daerah, namun tanggul- tanggul tersebut kewenangan pemerintah pusat. Pihaknya sudah mengundang BBWS, Citarum dan Cimanuk untuk penanganannya.

“Akan tetapi, dalam penanggulangannya kami sedikit kesulitan pasalnya alat berat kesulitan masuk karena kondisi lahan yang masih tanah,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, sudah mengusulkan bendung karet menjadi bendung gerak mengantisipasi bendungan karet yang sobek. “Ada kekhawatiran dengan kondisi tanggul yang kritis ini, namun kami yakin dengan adanya Waduk Jati Gede musibah banjir tidak akan parah seperti tahun lalu,” imbuhnya. –via pikiran-rakyat(dot)com

Advertisements